Gunung Inerie, Keramat dan Eksotis dari Bajawa Flores

Jika di Garut, Jawa Barat ada Gunung Sadahurip yang tersohor sebab bentuknya yang serupa piramida, ternyata di Pulau Flores pun bisa dijumpai gunung lainnya yang memiliki format serupa bangunan kuno negeri Mesir tersebut. Gunung tersebut mempunyai nama Gunung Inerie, terletak di Kabupaten Ngada, atau selama lima belas kilometer ke arah unsur selatan dari Bajawa yang adalahpusat kota dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Biasanya para pendaki memulai pendakian dari dini hari agar sampai di puncak saat matahari mulai terbit.
Cantiknya momen matahari terbit di atas ketinggian menjadi alasan beberapa pendaki mendaki gunung .
Cuaca di gunung ini cukup labil, pada siang hari seringkali kabut turun memenuhi puncak Gunung Inerie.
Kampung Bena yang berada di kaki Gunung Inerie

Baca juga:

Kegiatan mendaki Gunung Inerie sudah cukup dikenal para wisatawan lokal maupun mancanegara
Pemandangan Lancipnya Gunung Inerie dari Penginapan Manulalu
Puncak gunung ini ditandai dengan tiga buah tiang berbentuk menyerupai salib yang tertancap di tanah
Sedikitnya vegetasi pepohonan yang tumbuh di gunung ini akan menambah tantangan jika pendakian dilakukan dikala siang hari
Titik pendakian Gunung Inerie berada di Desa Watumeze
Trek dari gunung kebanggaan masyarakat Ngada ini didominasi oleh kerikil dan bebatuan cadas hingga ke puncak

Bentuk Gunung Inerie benar-benar serupa piramida dengan pucuknya yang runcing. Terdapat sejumlah tempat di dekat Gunung Inerie yang dijadikan sebagai spot untuk merasakan keindahan dari gunung berapi yang masih aktif ini. Aimere dan Penginapan Manulalu, disinggung sebagai lokasi terbaik untuk merasakan panorama Gunung Inerie, karna dari lokasi itulah format dari gunung yang terakhir kali meletus pada tahun 1970 ini bakal terlihat jelas laksana piramida yang lancip.

Tak puas melulu menikmati panoramanya dari kejauhan, usahakanlah untuk langsung memanjat gunung yang mempunyai elevasi 2.245 meter di atas permukaan laut ini. Walaupun tergolong lumayan tinggi, untuk menjangkau puncak dari Gunung Inerie hanya dibutuhkan waktu selama tiga sampai lima jam.

Hal ini diakibatkan karna Desa Watumeze yang dijadikan titik mula pendakian telah berada di dataran yang lumayan tinggi. Biasanya semua pendaki mengawali pendakian dari dini hari supaya sampai di puncak ketika matahari mulai terbit. Gunung ini ramai didaki ketika musim kemarau atau selama bulan Juni sampai Agustus.

Mendaki Gunung Inerie bukan perkara mudah, trek dari gunung kehormatan hati masyarakat Ngada ini didominasi oleh kerikil dan bebatuan cadas sampai ke puncak. Hal ini menciptakan jalanan yang dilalui menjadi licin dan sulit dipijak. Tak jarang semua pendaki mesti merangkak supaya bisa terus mendaki. Sedikitnya vegetasi pepohonan yang tumbuh di gunung ini akan meningkatkan tantangan andai pendakian dilaksanakan dikala siang hari, karna sinar matahari yang terik tak kan segan untuk meningkatkan beban pendakian.

Sesampainya di punggungan kesatu, kawah yang lumayan dalam dari Gunung Inerie sudah dapat dilihat. Namun perjalanan masih mesti dilanjutkan sampai ke titik tertingginya dengan medan berbatu dan kemiringan yang semakin tajam.

Sekitar 30 menit memanjat dari punggugan terakhir, pendaki bakal sampai di puncak tertinggi Gunung Inerie. Puncak itu ditandai dengan tiga buah tiang berbentuk serupa salib yang tertancap di tanah. Dari puncak ini pun dapat terlihat jelas Kampung Adat Bena yang berada tepat di kaki gunung ini dan pun menjadi di antara atraksi yang dipunyai Kabupaten Ngada.

Kegiatan memanjat Gunung Inerie sudah lumayan dikenal semua wisatawan lokal maupun mancanegara. Para pengunjung dimudahkan dengan adanya tourist information center yang terdapat di Kota Bajawa andai memerlukan informasi lebih berhubungan gunung ini, ataupun membutuhkan jasa pembimbing untuk memanjat Gunung Inerie.

Nih buat jajan

Leave a Comment

Your email address will not be published.