Fulan Fehan, Festivalnya serta Perpaduan Keindahan Budaya di Timor

Fulan Fehan, Festivalnya serta Perpaduan Keindahan Budaya di Timor

Belu, Atambua. Fulan Fehan bukan sembarang nama. tapi itu adalah lembah dengan pesona alam yang luar biasa di kaki Gunung Lakaaan. Gunung ini adalah gunung tertinggi kedua di pulau Timor, di mana banyak pohon mekar disana. Lembah ini terletak di desa Dirun, Lamaknen, Kabupaten Belu, sekitar 26 kilometer dari Atambua.

Untuk mengunjungi Fulan Fehan, Anda harus melakukan perjalanan 40 kilometer dari pusat kota ke puncak Gunung Lakaaan di Belu. Medan untuk pergi ke sana cukup sulit karena jalannya masih terbuat dari tanah.

Fulan Fehan, Festivalnya serta Perpaduan Keindahan Budaya di Timor
Fulan Fehan, Festivalnya serta Perpaduan Keindahan Budaya di Timor

Meskipun Anda perlu sedikit lebih berhati-hati untuk naik dan turun bukit, semua upaya Anda akan dihargai setelah Anda mencapai puncak. Sesampai di sana, Anda akan disuguhi oleh ekstensi sabana dan pemandangan bunga matahari. Selain itu, Anda juga bisa pergi ke Bukit Batu Maudemu, tempat suku Melus dimakamkan, dan ke makam Kikit Gewen, yang dianggap suci.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa pemerintah telah menyelenggarakan festival Fulan Fehan di Atambua ini.

Festival Fulan Fehan

Festival Fulan Fehan yang baru diadakan pada tanggal 6 Oktober 2018 di Belu, Nusa Tenggara Timur. Dengan serangkaian seri seni dan budaya, Festival ini adalah acara yang dimaksudkan untuk membangun hubungan kekerabatan di Indonesia antara wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tidak pernah gagal menyajikan keindahan pariwisata Indonesia. Baru-baru ini, pada tanggal 6 Oktober 2018, pemerintah menyelenggarakan festival Fulan Fehan. Festival kedua diadakan di perbatasan Indonesia dan Timor di wilayah Belu, NTT.

Bacaan Menarik Lainya:

  • 10 Tempat Wisata Terhits di Belu ‘Negri Manu Aman Lakaan’
  • Wisata Kolam Susuk Atambua, Lagu Koes Plus dan Lokasi Syuting Film
  • Pantai Teluk Gurita Atapupu di Atambua. Keindahan Diperbatasan NKRI-Tiles
  • Pantai Atapupu, Keindahan di Pinggir Kota Atambua

Festival Fulan Fehan disajikan sebagai acara yang bertujuan membangun hubungan kekerabatan di Indonesia dengan wilayah perbatasan melalui pertunjukan yang menarik. Karena itu, dapat kita katakan bahwa festival ini juga merupakan festival dua negara, yaitu Timor Leste dan negara kita.

Konser musik bambu

Seni konser musik bambu adalah prosesi dalam bentuk konser di mana semua musisi menggunakan bambu sebagai instrumen utama. Ada juga penyanyi yang melengkapi penampilan mereka.

Peragaan Busana Kain Tenun

Acara unik dan kreatif lainnya berlangsung di Festival ini dengan serangkaian konser musik bambu sebagai iringanya. Para penenun akan menunjukkan alat tenun mereka.

Pertunjukan itu juga ditemani oleh para penari yang juga membawa kain tenun ke dalam pertunjukan tarian mereka. Setelah itu, parade akan ditutup dengan hadirnya beberapa model yang memaparkan karya tenun.

Prosesi bibit padi

Rangkaian acara berupa upacara ritual dengan bibit padi untuk penanaman. Salah satu yang menarik dan yang membedakan seri ini adalah bahwa prosesi benih padi dikemas dalam istilah dan mantra mistik.

Ada pembaca mantra yang disebut Makoan. Ada juga gong, jimat, tombak, payung dan, yang lebih penting, pengangkut beras.

Tarian Antama

Pertunjukan tari Antama adalah tarian di mana penari menggunakan tombak untuk pertunjukan mereka. Perlakuan dramatis ini berlangsung selama satu jam dan menampilkan penari yang tampaknya memburu mangsanya. Tentu saja, pada akhirnya, ini akan berakhir dengan kemeriahan kemenangan penari untuk mendapatkan pertandingan.

Antama berarti berburu di hutan. Dalam pertunjukan tari ini, 2.000 penari disajikan dengan usia mulai dari 11 hingga 18 tahun dan memiliki latar belakang pendidikan yang bervariasi di Belu. Yang mengejutkan, para penari dilatih oleh Eko Pece, salah satu guru seni pertunjukan ISI Surakarta, dan koreografer pembukaan dan penutupan Asian Games 2018.

Tari Likurai

Selain tarian Antama, rangkaian pertunjukan tari lainnya adalah tarian Likurai. Tarian ini dibagi menjadi 2 bagian, bagian di mana penari membawa tombak dan bagian kedua di mana penari bermain drum. Tentu saja, kedua belah pihak adalah pertunjukan tari yang menjadi dasar Drama Antama.

Tarian Likurai adalah tarian yang telah menjadi kebutuhan bagi anak muda Timor. Biasanya, Likurai dibawa selama ritual kemenangan dalam pertempuran atau berburu. Dari segi bahasa di Belu, Likurai adalah kombinasi dari kata Haliku yang berarti melindungi dan Rai yang berarti bumi atau bumi.

Tari Selendang

Pada festival Fulan Fehan yang diadakan pada tanggal 6 Oktober 2018, prosesi tarian Selendang berlangsung setelah ritual beras. Para penari cantik akan mengenakan syal merah di belakang bukit.

Peta Lokasi

find my location

 

 

Nih buat jajan

Leave a Comment

Your email address will not be published.